Friday, October 14, 2016

HUJAN


Denting hujan bernyanyi
berbuah nada yang turun ke bumi
 Terbawai alunan yang hanya ini-itu saja
  namun hujan tetap jadi kenangan
  tersebab. rintiknya
menenangkan

Sunday, September 25, 2016

dalam luka yang semakin merayap
kau menjauh dengan seyap
hanya doa terus menetap
untukmu yang kutatap

sadarilah kawan,
untukmu, terus menawan
meski hati tertawan oleh beragam ketertarikan
dan semakin tak mampu menjelaskan
apapun tentang dia ataupun kita

Wednesday, August 10, 2016

SURTI

Tentang Surti yang fokusnya pada satu.
Sudah berlama dia begitu. Namun baginya satu tak jua tuntas. Mudah dan tidak bukan perkaranya, lebih pada mau tidaknya.
Bagi dia Surti segala.
Bagi Surti dia segala.
Lantas? Mengapa harus tuntas?
Karena sungguh, harus membuatnya enggan.
"Segala itu yang menyakitinya." Mereka berdua.

"Maka tuntas adalah pilihan."
Begitu jawabnya

Friday, July 29, 2016

Maaf.

Aku salah
Aku tau
Fokusku terpecah
Tapi...
Tapi ku bukan pembelaan
Hanya penjelasan maaf
Curahan penyesalan
Atas nama kita
Kau dan aku

Saturday, July 16, 2016

Kau kembali, Tuan

Tentang tetes yang kau tutur itu
Menggenang, Tuan
Menjadinya persinggahan untuk mu
Selagi pergi.
Cakapku pada angan
"Kau tak rindu?
Seperti saat ku tatap purnama
Dan paras mu yang memikat itu
Tampak nyata.

Kau tak rindu?
Seperti saat ku hendak berbaring
Tapi gema mu bertumpah ruah
Dalam lamunan.

Semudah itu kau pergi."

Lalu,
Kau kembali, Tuan

Kau kembali...

Monday, July 11, 2016

Untuk Tuan

Aku menemukanmu diantara riuh ricuh rindu
tapi ragu ku menampak
Semasih kah kau yang dulu
Memanggul mawar-mawar
untuk sang kasih
merindu seberinda ku
Tuan,
perkara kasih yang kau hatur. Empu pun meragu
Tegasmu perlu kau sabda, agar mereda ragu

Tuesday, July 5, 2016

Kau ingin tau
"Apa yang kau makan?"
Tanyamu. Jawabku:
"Air mata"

Kataku: aku kenyang
Menyuap janji dalam harap.
Dan di sini, kutelan air mata

Katamu: aku kenyang
Menyuap kata dalam diam.
Dan kau hanya terus menelan air mata

Monday, July 4, 2016

Tentang Angin Tentang Hujan

Ini tentang angin
Yang merusak malam kita
Yang menghempas. Sangat kencang.
Ini tentang hujan
Angin merusaknya
Kisah kita. Bersama hujan
Jadi, mohon kembali waktu Tuan-ku
Yang hujan rampas
Yang angin hempas

Sunday, July 3, 2016

Dengan lirih

Tuan,
Ada yang menggelitik di dada. Ngilu
Menyebar.
Ke semua anggota. Menolak perintah
Untuk tak merintih

"Ngilu meratap"
Kataku lirih.

Monday, June 27, 2016

Karena hati...

...ia tak pernah tau kapan benih akan tumbuh. Bahkan sebelum itu.
Ia tak pernah tau kapan benih ditabur. Dan siapa dia
...ia tak pernah tau kapan duri menancap. Melukai hati yang tumbuh.
...tak pernah tau kapan ia akan layu
...tak pernah tau kapan pemangkas mencabut hingga akar.
Membersihkan dari luka atau cinta.
Karena hati. Kadang tak sejalan dengan logika.
Seringnya. Hati memang begitu adanya.

Monday, May 9, 2016

Ceracau Singkat

Sayup embun teredam
Dalam kalutan gelisah
Sejenak ku berdiksi
pada kata dalam  bahasa
Kau tau pasti jika aku meracau namun dalam angan
Kau tau pasti aku pemendam kata
Jadi biarkan ceracau ini berceloteh juga dengan kata
Kau yang terlalu terbuai. Jangan biarkan
Embun teredam
dalam kalutan gelisah

Monday, April 18, 2016

Perempuan-perempuan Itu

Perempuan perempuan liar di kota mu
Mereka menyebut saya maha
Saya menyebutnya bocah.
Sampai kapan mereka di dekatmu
Lenggak lenggo tampilkan persona?
Saya benci.
Mereka liar
Saya menyebutnya tak punya aturan
Pulang lah. Saya merindu

Thursday, April 14, 2016

Hentikanlah!

Bisa kah berhenti sejenak
Kau belum lelah.
Itu katamu
Kataku : aku muak
Penat ini bergumul pekat

Aku muak. Terlalu penat bersanding gelap.
Titik terang itu disembunyikannya. Kalian pesandiwara.
Tak bisa kah berhenti
Sejenak aku hirup udara segar. Bukan panas emosi membara

Saturday, February 6, 2016

Gadis Pembawa Laksa


Berjalan di sana kemari
Jari jari kian lincah menari. Menyambut tawaran yang diberi.
Bukan bermaksud lucah,
si pemilik tawa indah, bukanlah lanji. Kau tau pasti
Ia tambang penyambung
Penghubung derita dan harapan
None namanya.

Saturday, January 30, 2016

Pahamilah Tuan

Kau.
Masih sosok asing yang melekatkan malamku,
siangku,
Kau memberi warna lain pada cerita ku.
Sayang, tak aku mengerti artinya
Pada siang, kau hidup dalam ambang

Seperti ini, aku bermimpi tentangmu. Lagi. Seolah itu putaran dari mimpi sebelumnya. Entah berapa kali melihatmu pada setiap tidurku. Ini langka, tuan. Bahkan terasa nyata. Meski dengan tanpa kata.
Tuan,

Kita berjarak. Berada dalam ruangan yang sama, tapi tak bersapa.
Itu yang aku rasa. Tuan. Aku merasa itu adalah kamu. Tapi kemudian aku sadar itu bukan kamu.
Itu beda. Dan aku hanya kecewa. Terlalu mengharapmu di dekatku.
Ini,
Seperti dejavu dalam mimpi sendiri tuan.

Sekian.

Sunday, January 24, 2016

Karena setiap yang pergi pasti akan merindukan yang mereka sebut Rumah.

Ingin ku pulang. Ke negeri asal. Entah bukan atau antah berantah.
Mungkin sudah saatnya untuk kembali
ke rumah.
Melepas rasa
yang mereka sebut..

Rindu.

Yogyakarta, 18-01-16

Friday, January 22, 2016

Kita pernah berjumpa lalu menghilang.
Pernah bertatap lalu menjadi acuh
Pernah saling peduli. Tapi kemudian tak saling mengenal
Kita menjauh tanpa maaf
Saling memberi luka dan penyesalan.

Hei kamu! Sekarang aku mengingatmu dan kau benar
Bahwa karma nyata adanya.

Friday, January 15, 2016

Pada Tuan kakak

Tuan, ijinkan aku berceloteh.
Tentang hal aneh yang terjadi.
Tentang seorang kakak yang baru kujumpa
Seperti potongan film. Romantis yang nyata
Dia memberi kehangatan tuan. Saat aku marah karna kebodohanku. Saat usaha bodohku sia-sia. Saat tetiba khawatir yang datang begitu menakutkan.
Aku tak ingat apa katanya. Tapi jantungku bekerja lebih keras. Seperti terkejar deadline. Tapi hatiku meleleh dengan cepat. Layaknya coklat panas.
apa artinya tuan?

Monday, November 2, 2015

Menyambut Asa

Terlalu lelah mengenang asa. Yang tersembunyi dalam raga.
terlalu letih menatap senja. Terlalu indah untuk ku raih.
Jauh mu seperti itu.
Tak mampu lagi ku kata. Tak lagi kita bersama.

Apa daya.

kala pagi menyapa.
Bayangmu
tak lagi sama.

Wednesday, September 23, 2015

Hatiku masih selemah imanku


Jangan beri harapan yang tak dia sadari
Jangan beri kasih yang dia sebar ke banyak wanita
Jangan biarkan daku terpedaya olehnya.
Tuhan. Iman ku masih lemah. Tuhan, hatiku tak sekuat baja.
Tuhan, tolong jaga perasaanku dari cinta yang salah.
Jangan biarkan dia tahu isi hatiku
Cukup aku dan Engkau.
Karena imanku masih selemah hatiku.

Tuesday, September 22, 2015

Aku tak pernah berjalan mundur. Aku selalu berhenti di tempat.
Ketika kau maju. Aku masih di tempat.
Ketika kau mendekat. Aku tetap di tempat.
Mataku pun hanya memandang. Tak mampu bergerak.
Aku takut.
Ketika aku melangkah maju. Kau melangkah mundur.
Berjalan ke belakang. Berlari berbalik arah.

Maka biarkan aku di tempat. Menunggumu mendekat, untuk Menggenggam rapat.

Sunday, August 30, 2015

Antara cerita dan sajak

Aku berkata rindu lalu kau nenolak
Aku berkata cinta dan kau menghindar
Tapi,
kau beri harapan
Kau hadir untuk ku
Ah, mungkin aku yang salah
Menganggap mu bagian diriku

Tapi..

Tolong.
Aku tersesat,
dalam rinduku.
Terlena.
dengan kasihmu

Apa daya?
Pesonamu tak mampu kutolak

Apa salah relakan hati ini?
Seperti kutunggu kereta pada dermaga. Seperti menunggu buih menjadi es.
Saat ku tak lagi mampu bersajak
maka biar mata ini bercerita padamu. Esok
Kala kita berjumpa.

Pada Gelap kamar.
02:06 AM, 30-08-15

Wednesday, July 15, 2015

Karena kita, telah Selesai !


Hei!
Bukankah drama kita telah usai
sandiwara yang kau mainkan sukses besar
Untuk apa kau kembali? Memperlihatkan tipu daya padaku lagi?
Itu konyol

Aku tak mengerti apa yang kau pikirkan
Tapi kau salah menilaiku.

Hei!
Aku tak serendah yang kau kira.
Kesetiaan kau anggap angin. Lalu,
kau kira aku akan percaya padamu (lagi)?
Itu konyol.

Hei!
Selama ini aku salah bersandar
Kau anggap kokohmu melindungiku dari badai?
Rupanya alam telah berubah
Menjadi lebih sekedar pekat. Menghantam panggung kita
Dan kau,
Tak setangguh yang ku kira.

Ah, bukan salah badai.
Bukan pula salah dirimu.
Hanya saja,
Aku yang terlalu percaya padamu.

Hei!
Bukankah drama kita telah usai
sandiwara yang kau mainkan sukses besar
Untuk apa kau kembali?
Pergilah!

Pergi!

Aku tak lagi ingin melihatmu
Bahkan mendengar kabar yang kau titipkan pada burung dan angin sekalipun.

Mengingat sadiwaramu itu sedih. Tapi aku tak menyesali semua itu. Hanya saja aku tak sanggup untuk kembali seperti dulu. Kepercayaan dan keyakinan ku telah usang sejak kau khianati janji tulusmu. Karena setiap luka tak akan pernah sembuh sempurna maka biarkan bekas ini menjadi bukti bahwa kita pernah sedekat nadi.

Teruntuk masa lalu yang (masih) ku (coba) ikhlaskan.

Saturday, June 13, 2015

Risalah Cinta


Ku buka kenangan yang selalu membelai malam
melayangkan angan pada cerita lama kita
membiarkan dirimu hanyut dalam benakku. Lalu...
Semua menjadi buram.
Hadirmu tak lagi sama
ku sadar film telah usai. Tanpa ending. Atau..
Inikah ending kita?
Tanpa perpisahan. Hanya darai rindu yang
coba kulepaskan.
Menghapus rasa yang
tersimpan bertahun lamanya.

Selesai sudah..
Risalah cinta.

Friday, May 1, 2015

Rindu

Sudut
Sepi
Senyap
Mata yang mengabur mengawang entah kemana.
Bising yang melanda lalu begitu saja
bahkan sang dewa. Terabai.
Lelah yang selama ini terlelap kembali membuai. Mengantarkannya pada titik...
Kerinduan.

Tuesday, March 10, 2015

Surat Kehidupan

setiap tempat punya cerita
semua drama adalah titisan takdir

yang Tuhan tuliskan
yang, tak dapat aku baca
tak dapat aku bayangkan

takdir itu INDAH
bila pada waktunya.

Sunday, February 1, 2015

Hei Mahasiswa!

Kalian Mahasiswa
bukan anak TK yang bisa merengek minta permen
bukan pula murid SD yang suka semaunya sendiri
Kalian Ma-ha-siswa
bukan siswa SMA yang melulu bicara soal cinta.
      Hei Mahasiswa!
      kuliah bukan tempat mejeng.
      gausah belagu. padahal sangu, pemberian ortu.
      Kalian mahasiswa
      generasi penerus bangsa
      pengukuh tiang negara
      dan, kau tak mempersiapkan apapun?
Sadari lah Mahasiswa
      your life has only just begun. Maka
      Berjuanglah...
     melawan hidup yang semakin kejam
Karena, Kalian Mahasiswa!



Puisi Penyemangat diri sendiri. Terutama kalau udah mulai menyeleweng dari tugas sebagai mahasiwa. Kalau lagi penat dengan segala tetekbengek menjadi mahasiswa.
Pengorbanan berat orangtua juga menjadi penyemangat tersendiri. Ketika sikap sedang sangat kekanak-kanakan, My mom said: "Kamu sudah menjadi mahasiswa, harus bisa mengatur diri sendiri. Bersikap dewasa lah, jangan seperti anak kecil begitu. Cukup lah menjadi anak mami waktu TK dan SD dan SMP dan SMA."
Di lain kesempatan, saat jenuh dengan rutinitas kuliah dan terlalu malas kuliah, she would said: "Sekarang udah bukan saatnya untuk berleha-leha. Kami cuma bantu biaya. Kalau kamu gak niat kuliah mending berhenti aja. Dari pada buang uang." Dan... Ayah pun ikut menimpali: "Kalau gak mau kuliah, ya nikah aja."
So kamvreet kan?
Maka dari itu, dari pada disuruh menikah di umur yang masih sangat belia ini, mending juga belajar yang bener, serius, lulus Cum Laude, kalau bisa sih Summa Cum Laude :3 Dapet kerja. Baru deh nikah. Nikahnya sama Mizushima Hiro (^3^) ah tapi dia terlalu tua. fix, sama Haruma Miura aja deh :3
Sepertinya khayalan saya terlalu tinggi. hm

Intinya : FOKUS dan PRIORITASKAN KULIAH !!!

Saturday, January 31, 2015

Kenyataan itu Pahit


menyapamu dalam diam. dan itu menyakitkan.

tapi cukup bagiku melihat senyum. manis.

tawa renyahmu menghinoptisku. indah. sangat indah

terlalu indah untuk dilupakan.

sungguh tak mampu jika kau harus pergi dariku.

tapi cukup bagiku melihat senyum. manis mu

dan bertahap kurelakan kau pergi. ku menjauh.

inilah yang nyata. kenyataan yang sesungguhnya.

Sunday, January 18, 2015

Antara Dongeng dan Realita

        Dunia dongeng dan realitas tak pernah bisa bersanding dalam pelaminan. Mereka punya jalan hidup terpisah, seperti langit dan bumi. Seperti aku dan kamu.
        kehadiranmu membuat aku lupa, "kita" hanyalah dongeng semata.
        Bersamamu semua seakan nyata.
        dan mimpi-mimpimu membawaku terbang melayang
        tapi realita harus kupijak untuk bertahan
        meluluhlantakkan angan yang tertahan.
     
        Dengan sebuah kejutan bahwa drama kita telah usai.
Dan dongeng telah selesai.

Tuesday, December 30, 2014

Karena aku masih belum mengerti Cinta

Inikah cinta? perasaan yang... ternyata tak mudah dijabarkan. apakah cinta harus datang bersama sayang? aku tak mengerti
lalu, adakah yang kurasa ini cinta? aku tak mengerti.
tapi, aku menyukainya. aku menyayanginya. aku mencintainya? iya (mungkin)

dan...
cinta itu rumit. terlalu banyak definisi.
(cinta itu bukan teori. tapi sebuah perasaan
tidak pula rangkaian kata. karena kau tak akan pernah cukup membahasnya)

dan... mengerikan.
itulah cinta. kekuatan maha dahsyat!
merubah seseorang demi cinta dalam sekejap.

itulah cinta... yang ku amati.
yang kurasakan? cinta. itu air mata
cinta dan air mata? bukankah mereka satu bagian yang tak terpisahkan.

itulah cinta... yang ku rasakan.

Monday, December 29, 2014

Cerita Lain dari orang Lain

Benar jika seseorang mengatakan, "sesuatu yang berlebihan itu akan berbahaya"
Seperti, cinta yang terlalu mendalam hanya akan menimbulkan luka yang dalam pula.

Seperti saat ini.
Aku mencintainya dengan sangat mendalam. bertahun-tahun aku menyimpan perasaan ini seorang diri. Tak ada yang mengetahuinya. Selama itu pula sikapnya sangat tak bersahabat. Seolah aku manusia menjijikkan yang bisa menularkan penyakit mematikan. Aku bukannya tak ingin bergerak maju. Hanya saja, setiap aku mencoba untuk melangkah, pasti akan kembali lagi ya.
Seperti saat ini.
Aku masih mencintainya dalam diam. perasaan ku tak berubah sedikitpun. Terlalu tak sadar diri memang. Tapi apa yang bisa aku lakukan Cinta datang dan pergi dengan semaunya. Cinta sungguh mengerikan.
Seperti sekarang.
Aku masih terus mencintainya. Bukannya aku tak pernah berusaha. Sudah ribuan kali aku mencoba, sebanyak itu juga aku ditolaknya. Tapi aku tak merasa kapok. Aku masih dan akan terus berusaha.
Seperti sekarang.
Aku masih mencintainya dengan sangat mendalam. Entah sampai kapan aku berada dalam lingkaran ini.
Jarak membuatku tak dapat lagi melihat sosok nya. Tapi setidaknya, aku memiliki sedikit kenangan tentangnya. Yang terlalu pelik untuk dilupakan.

Untuk saat ini.
Aku hanya ingin membiarkan rasa yang tersimpan ini. Tak peduli berapa lama. Aku akan menunggu, dan terus menunggu. Karena dia terlalu berharga untuk dilepaskan.

“terkadang cinta itu bodoh, saat kau tau bahwa seorang yang kau cintai tak bisa mencintai mu tapi kau masih saja berharap adanya keajaiban.”

Saturday, December 27, 2014

Senja

senja itu,

mengoyak.
merasuki sukma. melebur dalam raga
Menatap indah
Dengan senja di mata. membuat aku terjaga
khayalan-khayalan indahku
tentangmu

Sungguh
tak ingin terjadi
berharap akan berakhir
dengan 
sakinah nan abadi

Andai
aku  meminta,
andai aku memilih
hanya satu. Hapuslah senja,
jangan biarkan aku melihatnya

Thursday, December 11, 2014

sedia kala.

kini ia hanya mampu memandang nan jauh.
tak sanggup menatap mata indahnya.
luka yang membekas dalam batinnya,
menghancurkan pintu harapan
membuatnya menistakan apa yang tlah terucap.

lalu..??
mampu ia menutup tirai hati yang tersobek? mengembalikannya seperti
sedia kala.


NB: dibuat setelah 'sesuatu' terjadi di kelas. saat semua sedang konsentrasi kuliah lahirlah puisi duka ini :')

Thursday, October 30, 2014

ekhemm.. ekhemmm..

ekhemmm, setelah sekian lama tidak memposting puisi, akhirnya ada juga puisi yang bisa aku sebarkan melalui blog ini. meskipun bukan puisi akuu hehehee

perkenalkan, ini puisi buatan seorang kawan 'gila' dari fakultas psikologi. dia si pemain keyboard yang selalu MERENDAH!
oke, ini dia puisinya. Selamat menikmatiii :)

Jalan Hidup

Aku terpaku di persimpangan arah, merenungi jalan berdebu tiada henti,
Terbayang senyuman manis berbalut kesenangan
dan  di antara seribu bayangan, ku langkahkan kaki menuju arah yang pasti
Ku ayun harapan dari butir-butir peluh yang mengalir
Terbayang canda yang ku lalui hari demi hari
Ku raih mimpi yang tak pernah bertepi
dan kini, semua itu tinggal menunggu waktu
Kebahagiaan nyata yang akan ku gapai, bukan untuk kebahagiaan semu,
Aku dapatkan arah yang benar dan mencoba untuk tidak kehilangan arah,
Mencoba tetap menjadi diriku sendiri, bukan menjadi orang lain,
Pohon beringin tempat persinggahanku..
Akan tetap di sini, dan selalu di sini dengan ketenangan sejukmu

Dan aku telah mendapatkan semuanya, itulah jalan yang ku pilih

karya dan hak cipta: Arum Pangestuti

Saturday, October 25, 2014

akhirnyaaa, derita ituu saya bongkar jugaa!

ketika seorang mahasiswi merasa setres, maka inilah yang terjadi. sebuah susunan kata absurd yang ternyata menjadi sebuah curhatan!

karena kehidupan jaman SMA dengan kehidupan anak kuliahan itu berbeda jauhh, maka dibutuhkan adaptasi yang bisa dibilang cukup lumayan lama dan sulit. kehidupan perkuliahan yang sangat rentan terhadap segala hal yang bersifat negatif, membuat mahasiswa harus pandai memilah dan memilih dengan cermat. supaya mempunyai bekal yang cukup untuk menempati 'kehidupan yang sebenarnya'.
seorang dosen mengatakan: "masa kuliah ini kalian (mahasiswa) harus sudah membuat prioritas dari hari ini hingga setelah cita-cita tercapai.", namun sayangnya, satu hal yang dari dulu (setelah mimpi yang sudah terancang rapi ternyata berantakan!) sampai detik ini tak bisa aku temukan adalahh 'apa cita-citaku?'. sering aku berfikir untuk alih jurusan dan mengejar mimpiku sendiri. karena aku merasa belum ikhlas untuk melupakan impian tersebut.
masih terekam, ketika orang-orang melarang ku memasuki dunia pilihanku, aku mampu untuk tidak menghiraukan mereka, tapi aku tak bisa berkutik ketika orangtua dan bahkan keluarga yang lain pun satu paham untuk melarangku memasuki dunia impianku.
sehingga, setelah itu pun aku terombang-ambing tanpa mimpi yang jelas. hanya impian jangka pendek yang membuatku terus bertahan.

tapi tak selamanya kita hidup dalam impian jangka pendek kan? karena hidup itu tidak boleh hanya berpasrah seperti air yang mengalir. apalagi dalam fase memasuki masa dewasa, impian masa depanlah yang lebih utama, dengan impian tersebutlah kita mengukur 'modal' untuk bertahan hidup dalam 'kehidupan yang sebenarnya'

jadi, mengapa dalam kamus ku, menjalani hidup tanpa ada impian hanya membuat derita. atau mungkin aku 'merasa' menderita karena menjalani 'pilihan' hidup ini tanpa ke-ikhlasan? yang jelas aku hanya berharap jalan ku tak lagi tertutup rapat. dan aku mampu untuk membuat bangga keluargaku. setidaknya mereka tersenyum bahagia karena aku.


Thursday, October 23, 2014

absurd!

mikirin orang yang ga mikirin kita tuh rasanyaaa.. *sakitnya tuh disini* oke, lebay kambuh-_-

ini jujur nih dari hati yang terdalamm.
aku sering bertanya pada diri sendiri, terutamanya sejak mid pertama kemarin. apakah benar, bapak-bapak dosen tercintah memikirkan nasib mahasiswanyaaa? apakah mereka memikirkan perasaan para mahasiswa yang kesulitan menjawab soal? apakah mereka dengan sengaja membuat soal yang sesungguhnya melenceng dari apa yang telah mereka beri?
bukannya mau su'udzon. hanya saja bagi mahasiswa seperti daku yang seorang kawan bilang pandai mengarang, mid kemarin justru dijadikan sebagai ajang mengarang bebas. satu dua soal yang masih mampu dinalar tanpa analisis yang rumit, masih bisa lah dijawab dengan sedikit nalar pula. namun berapalah skor satu dua soal tersebut? terlalu kecil jika dibanding dengan banyaknya soal yang emmm sedikit gila! atau memang gila--"
dan lagi. bagi daku yang termasuk 'nyasar' berada di kampus dan jurusan, ini bukanlah hal yang mudah. disamping harus berusaha untuk mencintai 'mereka'. aku harus pula beradaptasi dengan lingkungan yang ternyata 180 derajat berbeda dengan lingkungan saat sekolah dulu. tapi setidaknya bukan hanya 'duka lara' yang kudapat. namun juga sedikit bahagia yang terselip dalam hari-hari yang sulit ini.

yang jelas, pada akhirnya aku harus bisa menyemangati diri sendiri. tetap semangat dan tidak boleh menyerah!!

target utama: mencintai psikologi tanpa menjadi gila terlebih dahulu {}

Monday, October 13, 2014

segalanya telah usai sejak kala itu.
tak akan ada lagi senyum manis menghias wajahnya. bagi nya, kejadian itu terlalu memalukan. harga dirinya telah jatuh sejak pertanyaan sinis terlontar dari mulut sang pengajar. seakan tak puas membuat nya memerah malu, sang pengajar pun lebih menjatuhkan dirinya dengan kata-kata yang menyakitkan dihadapan kelas. tak ada kawan yang membantu dirinya. malah ia melihat senyum bahagia terpancar dari beberapa kawan, mungkin termasuk 'dia'.
menyakitkan memang, namun ia bisa apa? ia hanya mampu memendamnya seorang diri. karena ia bukan lah seorang pencerita yang mampu menuangkan curahan hatinya pada seseorang.
aku tak tau bagaimana cara nya mengatasi segala masalah tanpa membaginya dengan kawan seorangpun. yang aku tau, aku kagum pada sosoknya. ia bisa bangkit setelah kejadian "tak tau diri". ia bahkan masih menghormati sang pengajar tersebut. hanya saja, aku tak lagi melihat senyum manis darinya. dirinya telah bermemorfosis menjadi sosok yang dingin.

Entah cerita entah puisi yg jelas ini curhatan��

Sunday, June 29, 2014

arti cinta

apa itu cinta?
apa ini cinta? aku tak paham arti cinta
inikah cinta?
sebuah kehampaan dalam pengharapan?
sungguh sulit dimengerti.

ragu,
hatiku telah menyentuh cinta
inilah cinta?
titik balik perubahan seseorang.

Thursday, March 20, 2014

RINDU!

kala rindu kian menggebu. saat itulah aku berada dalam titik terbawah. menangis untuk sosok yang tak pernah mengerti rasaku. meninggalkanku sepi dalam pengapnya kamar. terisak dalam pelukan guling dibalik selimut usang. meresapi setiap rindu yang semakin membara. jika boleh meminjam istilah seorang kawan, inilah "Rindu Kesumat" ku.

entah berapa lama waktu untuk ku sadari hadirnya rasa ini. dengan sebuah cara yang salah untuk mengungkapkan rasa padanya. sebuah rasa sayang atas nama persahabatan.
salahku, mengabaikannya dengan dalih sahabat lebih baik. kini rasa itu justru mengakar dalam jiwa dan pikiranku.
galau menjadi makanan sehari-hariku. kala mengingatnya, airmata tak pernah melepasku pergi. selalu hadir seiring dengan kenangan yang terputar rapi.
memandang wajahnya, seolah mencabut pikiranku, menerbangkan jauh pada sosok yang tak akan mungkin berada di sisiku kembali. Ya, aku pesimis, karena aku mengerti dan sadar diri bahwa aku kini bukanlah seseorang yang berarti dalam hidupnya

meskipun begitu, aku masih setia menggaungkan namanya dalam batin yang sepi. merekam suaranya dalam memori yang kemudian tersimpan dalam hati.

Thursday, March 6, 2014

Dalam Luka

bukan padang yang ku pandang
tapi kau yang ku rindu
ku tatap sepi bersama sunyi
membiarkan desiran angin membawa kabut tetes telaga

melayang jauh dari masa
ketika kau masih bersama
rindu, sanggupkah aku genggam tanpa pilu? tanpa derai yang tak henti mengalir

taukah kau? diriku masih selalu tersenyum meski jiwa terlalu rapuh
topeng tebal masih selalu menemani ku
meringkuk dalam dekap tebar bintang

Friday, February 14, 2014

Rasa yang Berbeda

mata tlah terpejam
tergantikan oleh rembulan
meninabobokan makhluk tak tau diri
dengan
pancaran yang tak seberapa

aku terbuai
terlelap dalam rindu menggebu
alam pun mengerti, seolah.
hadirnya memberi sejuta warna bagi hidup

ada yang ingin ku kata, sahabat
"rasaku telah membeku dalam kalbu"
percayakah kau?

walau hanya mimpi yang menjelaskan

Tuesday, December 31, 2013

Kematian Mawar atau Mawar yang Mati?

pancaran rembulan menghilang dari senyummu
sinar mentari pun menghilang dari matamu
wajahmu kini layu
manatap kematian yang teramat pedih
Bahkan.
duri tangkaimu pun tak mampu melawan
ketika akhirnya, tapak-tapak kasar
menginjak mahkota indahmu

Monday, December 30, 2013

Cinta tanpa Kata

mencintai dalam diam
tanpa sepatah kata terucap
hanya memandang, menatapnya jauh.
Berharap ia menghampiri,
dengan senyum yang menyejukkan hati.

mencintai dalam diam
membiarkan serpihan hati menjadi runyam.
Menatap senyum yang tak terbalaskan
jauh...
tak tercapai..

ia hanya mampu
mencintai dalam diam.

sekali lagi ia hanya mampu
mencintai dalam diam
dan mencintai dalam diam

Kepada: Bintang yang Telah Pergi

Mentari memelukmu dalam buaian sinarnya
Bulan bangga menggandeng tanganmu
seolah,
mengatakan pada dunia
"Inilah kita, Bulan bersama Bintangnya
tak terpisahkan"
Bintangku, teruslah
terus menyinari jiwa yang sepi ini

Sunday, October 27, 2013

Dunia Kata

aku percaya akan mentari setelah hujan
aku percaya pada terang cahaya setelah gelap
aku percaya akan bahagia setelah derita
tapi, mampukah aku percaya pada untaian kata yang mungkin dusta?
demi laba majikan
kata mampu berkhianat. kata mampu menipumu
lantas apa aku akan menyalahkan kata? pada pencipta kata akan niat mulianya?
bukankah aku yang tak mampu beradab ini
yang membawa kata tanpa memaknai benar atau salah?
sadarkan aku pada kata yang menangis
pada setiap caci dan fitnah, penebar kebencian dan kehancuran.
juga pada kata yang tersenyum
untuk setiap doa mulia
membangunkanku untuk berhati-hati
supaya kata tak lagi bersedih.

Monday, September 16, 2013

Rotasi Kehidupan

Pada jarak dalam duka yang terkejar
Memberi senyum
lalu air mata, lalu senyum, lalu air mata

tak ada senyum
tak ada air mata, datar
dan titik

hampa kemudian mati.

Monday, August 19, 2013

Puisi Untuk-nya

Andai kau tau
betapa ku ingin kau mengerti isi hatiku
segala tentangku dan kasihku padamu

andai kau tau
betapa lama penantianku padamu
untuk terus bersabar dan terus bertahan
hingga entah sampai kapan

akankah semua ini sia-sia?
haruskah kuhentikan semua pengharapan?
masih adakah rasa itu? jangan marah.
sebab,
puisi ini untuk dia

Wednesday, August 14, 2013

This's My Big Family ;)

tau trah ga.? emm bisa disebut juga keluarga besar dari buyutnya cucu atau kakeknya orangtua ku gitu deh.... Nah syawalan kemarin, H+3 lebaran, atau tepatnya tanggal 10 Agustus, keluarga besar eyang Ahmad Khusni mengadakan trah keluarga. acara ini sudah menjadi acara tahunan sejak 12tahun yang lalu. diadakannya setiap lebaran, pada bulan syawal namanya juga syawalan.  tempat trah nya juga pindah-pindah ga melulu di jogja. pernah di bantul eh, masih wilayah jogja juga ding– tapi pernah di purwokerto kok, 3 kali deh kalo ga salah. memang sih paling sering di Jogja. karena paling banyak keluarga di jogja. di Bandung ada, di Jakarta, di Samarinda juga ada sih.. tapi kalo trahnya kejauhen kan kasian juga yang sudah mbah-mbah. iya kan? makanya acaranya paling sering di jogja :)
nah acara trah yang ke-12 kemarin di adakan di gedung APMD di Jogja :)
ini nih foto-foto keluarga besar ku dari garis keturunan eyang Ahmad Khusni ^^

ini cicit-cicit eyang Ahmad Khusni
dari yang paling kecil sampe yang paling besar :))



kalo ini cucu-cucu nya eyang Ahmad Khusni (tanpa suami/istri)



nah, kalo yang ini anak-anak nya eyang Ahmad Khusni

sebenernya masih ada banyak lagi, baik anaknya, cucunya, maupun cicitnya. karena anak-anaknya eyang Ahmad Khusni itu sendiri ada sekitar lebih dari 15. WAW! (jaman dulu mah biasa punya anak banyak yah) cuma yg kemarin datang 4 orang aja. faktor umur kali yaa jadi pada gak dateng. dan banyak juga sih yang sudah meninggal :( semoga amal ibadah mereka yang sudah tiada di terima oleh Allah SWT. Aamiin
cucu-cucu juga ga cuma segitu kok. itu masih belum seberapa. masih banyak lagi. tapi ga semuanya bisa dateng. faktor tempat juga soalnya. kan ga semua nya kumpul di jogja :')
kalau cicitnya.. segitu aja udah banyak banget sampe ga muat. gimana kalo di tambah yang belum dateng. Hmm

Oke sekian perkenalan dari my big family^^

Sunday, August 4, 2013

Pelangi untuk Kemarau

Kemarau panjang
bertahan di semak yang mengering
tersembunyi pada sudut kesunyian
berbekas jejak-jejak kasar

Kemarau panjang
beribu kisah terukir, dan senyum bergetar duka
segersang suasana sahara 

Kemarau panjang telah jadi angin lalu
berguguran bersama hati yang kering

Kemarau panjang
telah tergadai oleh pelangi musim semi
kuingin begini biarkan pelangi terpenjara dalam rimbun kalbu

Saturday, August 14, 2010

SAHABAT SEJATI

By: Sheila On 7

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku

Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

Reff:
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini


untuk sahabat yang pergi ketika kita telah berkomitmen menjadi sahabat