It's called Black Magic!
Tulisan semu bukan tentang kamu atau aku. Bukan dia atau mereka. Hanya fantasi nyata dan tak nyata.
Friday, October 14, 2016
HUJAN
Denting hujan bernyanyi
berbuah nada yang turun ke bumi
Terbawai alunan yang hanya ini-itu saja
namun hujan tetap jadi kenangan
tersebab. rintiknya
menenangkan
Sunday, September 25, 2016
Wednesday, August 10, 2016
SURTI
Bagi dia Surti segala.
Bagi Surti dia segala.
Lantas? Mengapa harus tuntas?
"Segala itu yang menyakitinya." Mereka berdua.
Begitu jawabnya
Friday, July 29, 2016
Maaf.
Aku tau
Fokusku terpecah
Tapi...
Tapi ku bukan pembelaan
Hanya penjelasan maaf
Curahan penyesalan
Atas nama
Kau dan aku
Saturday, July 16, 2016
Kau kembali, Tuan
Tentang tetes yang kau tutur itu
Menggenang, Tuan
Menjadinya persinggahan untuk mu
Selagi pergi.
Cakapku pada angan
"Kau tak rindu?
Seperti saat ku tatap purnama
Dan paras mu yang memikat itu
Tampak nyata.
Kau tak rindu?
Seperti saat ku hendak berbaring
Tapi gema mu bertumpah ruah
Dalam lamunan.
Semudah itu kau pergi."
Lalu,
Kau kembali, Tuan
Kau kembali...
Monday, July 11, 2016
Untuk Tuan
Aku menemukanmu diantara riuh ricuh rindu
tapi ragu ku menampak
Semasih kah kau yang dulu
Memanggul mawar-mawar
untuk sang kasih
merindu seberinda ku
Tuan,
perkara kasih yang kau hatur. Empu pun meragu
Tegasmu perlu kau sabda, agar mereda ragu
Tuesday, July 5, 2016
Monday, July 4, 2016
Tentang Angin Tentang Hujan
Yang merusak malam kita
Yang menghempas. Sangat kencang.
Ini tentang hujan
Angin merusaknya
Kisah kita. Bersama hujan
Yang hujan rampas
Yang angin hempas
Sunday, July 3, 2016
Dengan lirih
Tuan,
Ada yang menggelitik di dada. Ngilu
Menyebar.
Ke semua anggota. Menolak perintah
Untuk tak merintih
"Ngilu meratap"
Kataku lirih.
Monday, June 27, 2016
Karena hati...
Ia tak pernah tau kapan benih ditabur. Dan siapa dia
...ia tak pernah tau kapan duri menancap. Melukai hati yang tumbuh.
...tak pernah tau kapan ia akan layu
...tak pernah tau kapan pemangkas mencabut hingga akar.
Membersihkan dari luka atau cinta.
Karena hati. Kadang tak sejalan dengan logika.
Seringnya. Hati memang begitu adanya.
Monday, May 9, 2016
Ceracau Singkat
Dalam kalutan gelisah
Sejenak ku berdiksi
pada kata dalam bahasa
Kau tau pasti jika aku meracau namun dalam angan
Kau tau pasti aku pemendam kata
Jadi biarkan ceracau ini berceloteh juga dengan kata
Kau yang terlalu terbuai. Jangan biarkan
Embun teredam
dalam kalutan gelisah
Monday, April 18, 2016
Perempuan-perempuan Itu
Mereka menyebut saya maha
Saya menyebutnya bocah.
Sampai kapan mereka di dekatmu
Lenggak lenggo tampilkan persona?
Saya benci.
Mereka liar
Saya menyebutnya tak punya aturan
Pulang lah. Saya merindu
Thursday, April 14, 2016
Hentikanlah!
Bisa kah berhenti sejenak
Kau belum lelah.
Itu katamu
Kataku : aku muak
Penat ini bergumul pekat
Aku muak. Terlalu penat bersanding gelap.
Titik terang itu disembunyikannya. Kalian pesandiwara.
Tak bisa kah berhenti
Sejenak aku hirup udara segar. Bukan panas emosi membara
Saturday, February 6, 2016
Gadis Pembawa Laksa
Berjalan di sana kemari
Jari jari kian lincah menari. Menyambut tawaran yang diberi.
Bukan bermaksud lucah,
si pemilik tawa indah, bukanlah lanji. Kau tau pasti
Ia tambang penyambung
Penghubung derita dan harapan
None namanya.
Saturday, January 30, 2016
Pahamilah Tuan
Kau.
Masih sosok asing yang melekatkan malamku,
siangku,
Kau memberi warna lain pada cerita ku.
Sayang, tak aku mengerti artinya
Pada siang, kau hidup dalam ambang
Seperti ini, aku bermimpi tentangmu. Lagi. Seolah itu putaran dari mimpi sebelumnya. Entah berapa kali melihatmu pada setiap tidurku. Ini langka, tuan. Bahkan terasa nyata. Meski dengan tanpa kata.
Tuan,
Kita berjarak. Berada dalam ruangan yang sama, tapi tak bersapa.
Itu yang aku rasa. Tuan. Aku merasa itu adalah kamu. Tapi kemudian aku sadar itu bukan kamu.
Itu beda. Dan aku hanya kecewa. Terlalu mengharapmu di dekatku.
Ini,
Seperti dejavu dalam mimpi sendiri tuan.
Sekian.
Sunday, January 24, 2016
Karena setiap yang pergi pasti akan merindukan yang mereka sebut Rumah.
Ingin ku pulang. Ke negeri asal. Entah bukan atau antah berantah.
Mungkin sudah saatnya untuk kembali
ke rumah.
Melepas rasa
yang mereka sebut..
Rindu.
Yogyakarta, 18-01-16
Friday, January 22, 2016
Friday, January 15, 2016
Pada Tuan kakak
Tuan, ijinkan aku berceloteh.
Tentang hal aneh yang terjadi.
Tentang seorang kakak yang baru kujumpa
Seperti potongan film. Romantis yang nyata
Dia memberi kehangatan tuan. Saat aku marah karna kebodohanku. Saat usaha bodohku sia-sia. Saat tetiba khawatir yang datang begitu menakutkan.
Aku tak ingat apa katanya. Tapi jantungku bekerja lebih keras. Seperti terkejar deadline. Tapi hatiku meleleh dengan cepat. Layaknya coklat panas.
apa artinya tuan?
Monday, November 2, 2015
Menyambut Asa
Terlalu lelah mengenang asa. Yang tersembunyi dalam raga.
terlalu letih menatap senja. Terlalu indah untuk ku raih.
Jauh mu seperti itu.
Tak mampu lagi ku kata. Tak lagi kita bersama.
Apa daya.
kala pagi menyapa.
Bayangmu
tak lagi sama.
Wednesday, September 23, 2015
Hatiku masih selemah imanku
Jangan beri harapan yang tak dia sadari
Jangan beri kasih yang dia sebar ke banyak wanita
Jangan biarkan daku terpedaya olehnya.
Tuhan. Iman ku masih lemah. Tuhan, hatiku tak sekuat baja.
Tuhan, tolong jaga perasaanku dari cinta yang salah.
Jangan biarkan dia tahu isi hatiku
Cukup aku dan Engkau.
Karena imanku masih selemah hatiku.
Tuesday, September 22, 2015
Aku tak pernah berjalan mundur. Aku selalu berhenti di tempat.
Ketika kau maju. Aku masih di tempat.
Ketika kau mendekat. Aku tetap di tempat.
Mataku pun hanya memandang. Tak mampu bergerak.
Aku takut.
Ketika aku melangkah maju. Kau melangkah mundur.
Berjalan ke belakang. Berlari berbalik arah.
Maka biarkan aku di tempat. Menunggumu mendekat, untuk Menggenggam rapat.
Sunday, August 30, 2015
Antara cerita dan sajak
Aku berkata rindu lalu kau nenolak
Aku berkata cinta dan kau menghindar
Tapi,
kau beri harapan
Kau hadir untuk ku
Ah, mungkin aku yang salah
Menganggap mu bagian diriku
Tapi..
Tolong.
Aku tersesat,
dalam rinduku.
Terlena.
dengan kasihmu
Apa daya?
Pesonamu tak mampu kutolak
Apa salah relakan hati ini?
Seperti kutunggu kereta pada dermaga. Seperti menunggu buih menjadi es.
Saat ku tak lagi mampu bersajak
maka biar mata ini bercerita padamu. Esok
Kala kita berjumpa.
Pada Gelap kamar.
02:06 AM, 30-08-15
Wednesday, July 15, 2015
Karena kita, telah Selesai !
Hei!
Bukankah drama kita telah usai
sandiwara yang kau mainkan sukses besar
Untuk apa kau kembali? Memperlihatkan tipu daya padaku lagi?
Itu konyol
Aku tak mengerti apa yang kau pikirkan
Tapi kau salah menilaiku.
Hei!
Aku tak serendah yang kau kira.
Kesetiaan kau anggap angin. Lalu,
kau kira aku akan percaya padamu (lagi)?
Itu konyol.
Hei!
Selama ini aku salah bersandar
Kau anggap kokohmu melindungiku dari badai?
Rupanya alam telah berubah
Menjadi lebih sekedar pekat. Menghantam panggung kita
Dan kau,
Tak setangguh yang ku kira.
Ah, bukan salah badai.
Bukan pula salah dirimu.
Hanya saja,
Aku yang terlalu percaya padamu.
Hei!
Bukankah drama kita telah usai
sandiwara yang kau mainkan sukses besar
Untuk apa kau kembali?
Pergilah!
Pergi!
Aku tak lagi ingin melihatmu
Bahkan mendengar kabar yang kau titipkan pada burung dan angin sekalipun.
Mengingat sadiwaramu itu sedih. Tapi aku tak menyesali semua itu. Hanya saja aku tak sanggup untuk kembali seperti dulu. Kepercayaan dan keyakinan ku telah usang sejak kau khianati janji tulusmu. Karena setiap luka tak akan pernah sembuh sempurna maka biarkan bekas ini menjadi bukti bahwa kita pernah sedekat nadi.
Teruntuk masa lalu yang (masih) ku (coba) ikhlaskan.
Saturday, June 13, 2015
Risalah Cinta
Ku buka kenangan yang selalu membelai malam
melayangkan angan pada cerita lama kita
membiarkan dirimu hanyut dalam benakku. Lalu...
Semua menjadi buram.
Hadirmu tak lagi sama
ku sadar film telah usai. Tanpa ending. Atau..
Inikah ending kita?
Tanpa perpisahan. Hanya darai rindu yang
coba kulepaskan.
Menghapus rasa yang
tersimpan bertahun lamanya.
Selesai sudah..
Risalah cinta.
Friday, May 1, 2015
Rindu
Sepi
Senyap
Mata yang mengabur mengawang entah kemana.
Bising yang melanda lalu begitu saja
bahkan sang dewa. Terabai.
Lelah yang selama ini terlelap kembali membuai. Mengantarkannya pada titik...
Kerinduan.
Tuesday, March 10, 2015
Surat Kehidupan
semua drama adalah titisan takdir
yang Tuhan tuliskan
yang, tak dapat aku baca
tak dapat aku bayangkan
takdir itu INDAH
bila pada waktunya.
Sunday, February 1, 2015
Hei Mahasiswa!
bukan anak TK yang bisa merengek minta permen
bukan pula murid SD yang suka semaunya sendiri
Kalian Ma-ha-siswa
bukan siswa SMA yang melulu bicara soal cinta.
Hei Mahasiswa!
kuliah bukan tempat mejeng.
gausah belagu. padahal sangu, pemberian ortu.
Kalian mahasiswa
generasi penerus bangsa
pengukuh tiang negara
dan, kau tak mempersiapkan apapun?
Sadari lah Mahasiswa
your life has only just begun. Maka
Berjuanglah...
melawan hidup yang semakin kejam
Karena, Kalian Mahasiswa!
Saturday, January 31, 2015
Kenyataan itu Pahit
tapi cukup bagiku melihat senyum. manis.
tawa renyahmu menghinoptisku. indah. sangat indah
terlalu indah untuk dilupakan.
sungguh tak mampu jika kau harus pergi dariku.
tapi cukup bagiku melihat senyum. manis mu
dan bertahap kurelakan kau pergi. ku menjauh.
inilah yang nyata. kenyataan yang sesungguhnya.
Sunday, January 18, 2015
Antara Dongeng dan Realita
Dengan sebuah kejutan bahwa drama kita telah usai.
Tuesday, December 30, 2014
Karena aku masih belum mengerti Cinta
Monday, December 29, 2014
Cerita Lain dari orang Lain
Saturday, December 27, 2014
Senja
merasuki sukma. melebur dalam raga
Menatap indah
Dengan senja di mata. membuat aku terjaga
khayalan-khayalan indahku
tentangmu
Sungguh
tak ingin terjadi
berharap akan berakhir
dengan
Andai
andai aku memilih
hanya satu. Hapuslah senja,
jangan biarkan aku melihatnya
Thursday, December 11, 2014
sedia kala.
tak sanggup menatap mata indahnya.
luka yang membekas dalam batinnya,
menghancurkan pintu harapan
membuatnya menistakan apa yang tlah terucap.
lalu..??
mampu ia menutup tirai hati yang tersobek? mengembalikannya seperti
sedia kala.
NB: dibuat setelah 'sesuatu' terjadi di kelas. saat semua sedang konsentrasi kuliah lahirlah puisi duka ini :')
Thursday, October 30, 2014
ekhemm.. ekhemmm..
Saturday, October 25, 2014
akhirnyaaa, derita ituu saya bongkar jugaa!
karena kehidupan jaman SMA dengan kehidupan anak kuliahan itu berbeda jauhh, maka dibutuhkan adaptasi yang bisa dibilang cukup lumayan lama dan sulit. kehidupan perkuliahan yang sangat rentan terhadap segala hal yang bersifat negatif, membuat mahasiswa harus pandai memilah dan memilih dengan cermat. supaya mempunyai bekal yang cukup untuk menempati 'kehidupan yang sebenarnya'.
seorang dosen mengatakan: "masa kuliah ini kalian (mahasiswa) harus sudah membuat prioritas dari hari ini hingga setelah cita-cita tercapai.", namun sayangnya, satu hal yang dari dulu (setelah mimpi yang sudah terancang rapi ternyata berantakan!) sampai detik ini tak bisa aku temukan adalahh 'apa cita-citaku?'. sering aku berfikir untuk alih jurusan dan mengejar mimpiku sendiri. karena aku merasa belum ikhlas untuk melupakan impian tersebut.
masih terekam, ketika orang-orang melarang ku memasuki dunia pilihanku, aku mampu untuk tidak menghiraukan mereka, tapi aku tak bisa berkutik ketika orangtua dan bahkan keluarga yang lain pun satu paham untuk melarangku memasuki dunia impianku.
sehingga, setelah itu pun aku terombang-ambing tanpa mimpi yang jelas. hanya impian jangka pendek yang membuatku terus bertahan.
tapi tak selamanya kita hidup dalam impian jangka pendek kan? karena hidup itu tidak boleh hanya berpasrah seperti air yang mengalir. apalagi dalam fase memasuki masa dewasa, impian masa depanlah yang lebih utama, dengan impian tersebutlah kita mengukur 'modal' untuk bertahan hidup dalam 'kehidupan yang sebenarnya'
jadi, mengapa dalam kamus ku, menjalani hidup tanpa ada impian hanya membuat derita. atau mungkin aku 'merasa' menderita karena menjalani 'pilihan' hidup ini tanpa ke-ikhlasan? yang jelas aku hanya berharap jalan ku tak lagi tertutup rapat. dan aku mampu untuk membuat bangga keluargaku. setidaknya mereka tersenyum bahagia karena aku.
Thursday, October 23, 2014
absurd!
ini jujur nih dari hati yang terdalamm.
aku sering bertanya pada diri sendiri, terutamanya sejak mid pertama kemarin. apakah benar, bapak-bapak dosen tercintah memikirkan nasib mahasiswanyaaa? apakah mereka memikirkan perasaan para mahasiswa yang kesulitan menjawab soal? apakah mereka dengan sengaja membuat soal yang sesungguhnya melenceng dari apa yang telah mereka beri?
bukannya mau su'udzon. hanya saja bagi mahasiswa seperti daku yang seorang kawan bilang pandai mengarang, mid kemarin justru dijadikan sebagai ajang mengarang bebas. satu dua soal yang masih mampu dinalar tanpa analisis yang rumit, masih bisa lah dijawab dengan sedikit nalar pula. namun berapalah skor satu dua soal tersebut? terlalu kecil jika dibanding dengan banyaknya soal yang emmm sedikit gila! atau memang gila--"
dan lagi. bagi daku yang termasuk 'nyasar' berada di kampus dan jurusan, ini bukanlah hal yang mudah. disamping harus berusaha untuk mencintai 'mereka'. aku harus pula beradaptasi dengan lingkungan yang ternyata 180 derajat berbeda dengan lingkungan saat sekolah dulu. tapi setidaknya bukan hanya 'duka lara' yang kudapat. namun juga sedikit bahagia yang terselip dalam hari-hari yang sulit ini.
yang jelas, pada akhirnya aku harus bisa menyemangati diri sendiri. tetap semangat dan tidak boleh menyerah!!
target utama: mencintai psikologi tanpa menjadi gila terlebih dahulu {}
Monday, October 13, 2014
segalanya telah usai sejak kala itu.
tak akan ada lagi senyum manis menghias wajahnya. bagi nya, kejadian itu terlalu memalukan. harga dirinya telah jatuh sejak pertanyaan sinis terlontar dari mulut sang pengajar. seakan tak puas membuat nya memerah malu, sang pengajar pun lebih menjatuhkan dirinya dengan kata-kata yang menyakitkan dihadapan kelas. tak ada kawan yang membantu dirinya. malah ia melihat senyum bahagia terpancar dari beberapa kawan, mungkin termasuk 'dia'.
menyakitkan memang, namun ia bisa apa? ia hanya mampu memendamnya seorang diri. karena ia bukan lah seorang pencerita yang mampu menuangkan curahan hatinya pada seseorang.
aku tak tau bagaimana cara nya mengatasi segala masalah tanpa membaginya dengan kawan seorangpun. yang aku tau, aku kagum pada sosoknya. ia bisa bangkit setelah kejadian "tak tau diri". ia bahkan masih menghormati sang pengajar tersebut. hanya saja, aku tak lagi melihat senyum manis darinya. dirinya telah bermemorfosis menjadi sosok yang dingin.
Entah cerita entah puisi yg jelas ini curhatan
Sunday, June 29, 2014
arti cinta
apa ini cinta? aku tak paham arti cinta
inikah cinta?
sebuah kehampaan dalam pengharapan?
sungguh sulit dimengerti.
ragu,
hatiku telah menyentuh cinta
inilah cinta?
titik balik perubahan seseorang.
Thursday, March 20, 2014
RINDU!
kala rindu kian menggebu. saat itulah aku berada dalam titik terbawah. menangis untuk sosok yang tak pernah mengerti rasaku. meninggalkanku sepi dalam pengapnya kamar. terisak dalam pelukan guling dibalik selimut usang. meresapi setiap rindu yang semakin membara. jika boleh meminjam istilah seorang kawan, inilah "Rindu Kesumat" ku.
entah berapa lama waktu untuk ku sadari hadirnya rasa ini. dengan sebuah cara yang salah untuk mengungkapkan rasa padanya. sebuah rasa sayang atas nama persahabatan.
salahku, mengabaikannya dengan dalih sahabat lebih baik. kini rasa itu justru mengakar dalam jiwa dan pikiranku.
galau menjadi makanan sehari-hariku. kala mengingatnya, airmata tak pernah melepasku pergi. selalu hadir seiring dengan kenangan yang terputar rapi.
memandang wajahnya, seolah mencabut pikiranku, menerbangkan jauh pada sosok yang tak akan mungkin berada di sisiku kembali. Ya, aku pesimis, karena aku mengerti dan sadar diri bahwa aku kini bukanlah seseorang yang berarti dalam hidupnya
meskipun begitu, aku masih setia menggaungkan namanya dalam batin yang sepi. merekam suaranya dalam memori yang kemudian tersimpan dalam hati.
Thursday, March 6, 2014
Dalam Luka
tapi kau yang ku rindu
ku tatap sepi bersama sunyi
membiarkan desiran angin membawa kabut tetes telaga
melayang jauh dari masa
ketika kau masih bersama
rindu, sanggupkah aku genggam tanpa pilu? tanpa derai yang tak henti mengalir
taukah kau? diriku masih selalu tersenyum meski jiwa terlalu rapuh
topeng tebal masih selalu menemani ku
meringkuk dalam dekap tebar bintang
Friday, February 14, 2014
Rasa yang Berbeda
tergantikan oleh rembulan
meninabobokan makhluk tak tau diri
dengan
pancaran yang tak seberapa
aku terbuai
terlelap dalam rindu menggebu
alam pun mengerti, seolah.
hadirnya memberi sejuta warna bagi hidup
ada yang ingin ku kata, sahabat
"rasaku telah membeku dalam kalbu"
percayakah kau?
walau hanya mimpi yang menjelaskan
Tuesday, December 31, 2013
Kematian Mawar atau Mawar yang Mati?
sinar mentari pun menghilang dari matamu
wajahmu kini layu
manatap kematian yang teramat pedih
Bahkan.
duri tangkaimu pun tak mampu melawan
ketika akhirnya, tapak-tapak kasar
menginjak mahkota indahmu
Monday, December 30, 2013
Cinta tanpa Kata
Kepada: Bintang yang Telah Pergi
Mentari memelukmu dalam buaian sinarnya
Bulan bangga menggandeng tanganmu
seolah,
mengatakan pada dunia
"Inilah kita, Bulan bersama Bintangnya
tak terpisahkan"
Bintangku, teruslah
terus menyinari jiwa yang sepi ini
Sunday, October 27, 2013
Dunia Kata
aku percaya akan mentari setelah hujan
aku percaya pada terang cahaya setelah gelap
aku percaya akan bahagia setelah derita
tapi, mampukah aku percaya pada untaian kata yang mungkin dusta?
demi laba majikan
kata mampu berkhianat. kata mampu menipumu
lantas apa aku akan menyalahkan kata? pada pencipta kata akan niat mulianya?
bukankah aku yang tak mampu beradab ini
yang membawa kata tanpa memaknai benar atau salah?
sadarkan aku pada kata yang menangis
pada setiap caci dan fitnah, penebar kebencian dan kehancuran.
juga pada kata yang tersenyum
untuk setiap doa mulia
membangunkanku untuk berhati-hati
supaya kata tak lagi bersedih.
Monday, September 16, 2013
Rotasi Kehidupan
Monday, August 19, 2013
Puisi Untuk-nya
betapa ku ingin kau mengerti isi hatiku
segala tentangku dan kasihku padamu
andai kau tau
betapa lama penantianku padamu
untuk terus bersabar dan terus bertahan
hingga entah sampai kapan
akankah semua ini sia-sia?
haruskah kuhentikan semua pengharapan?
masih adakah rasa itu? jangan marah.
sebab,
puisi ini untuk dia
Wednesday, August 14, 2013
This's My Big Family ;)
dari yang paling kecil sampe yang paling besar :))
Sunday, August 4, 2013
Pelangi untuk Kemarau
bertahan di semak yang mengering
tersembunyi pada sudut kesunyian
berbekas jejak-jejak kasar
Kemarau panjang
beribu kisah terukir, dan senyum bergetar duka
segersang suasana sahara
Kemarau panjang telah jadi angin lalu
berguguran bersama hati yang kering
Kemarau panjang
telah tergadai oleh pelangi musim semi
kuingin begini biarkan pelangi terpenjara dalam rimbun kalbu



