Friday, July 29, 2016

Maaf.

Aku salah
Aku tau
Fokusku terpecah
Tapi...
Tapi ku bukan pembelaan
Hanya penjelasan maaf
Curahan penyesalan
Atas nama kita
Kau dan aku

Saturday, July 16, 2016

Kau kembali, Tuan

Tentang tetes yang kau tutur itu
Menggenang, Tuan
Menjadinya persinggahan untuk mu
Selagi pergi.
Cakapku pada angan
"Kau tak rindu?
Seperti saat ku tatap purnama
Dan paras mu yang memikat itu
Tampak nyata.

Kau tak rindu?
Seperti saat ku hendak berbaring
Tapi gema mu bertumpah ruah
Dalam lamunan.

Semudah itu kau pergi."

Lalu,
Kau kembali, Tuan

Kau kembali...

Monday, July 11, 2016

Untuk Tuan

Aku menemukanmu diantara riuh ricuh rindu
tapi ragu ku menampak
Semasih kah kau yang dulu
Memanggul mawar-mawar
untuk sang kasih
merindu seberinda ku
Tuan,
perkara kasih yang kau hatur. Empu pun meragu
Tegasmu perlu kau sabda, agar mereda ragu

Tuesday, July 5, 2016

Kau ingin tau
"Apa yang kau makan?"
Tanyamu. Jawabku:
"Air mata"

Kataku: aku kenyang
Menyuap janji dalam harap.
Dan di sini, kutelan air mata

Katamu: aku kenyang
Menyuap kata dalam diam.
Dan kau hanya terus menelan air mata

Monday, July 4, 2016

Tentang Angin Tentang Hujan

Ini tentang angin
Yang merusak malam kita
Yang menghempas. Sangat kencang.
Ini tentang hujan
Angin merusaknya
Kisah kita. Bersama hujan
Jadi, mohon kembali waktu Tuan-ku
Yang hujan rampas
Yang angin hempas

Sunday, July 3, 2016

Dengan lirih

Tuan,
Ada yang menggelitik di dada. Ngilu
Menyebar.
Ke semua anggota. Menolak perintah
Untuk tak merintih

"Ngilu meratap"
Kataku lirih.