Thursday, October 23, 2014

absurd!

mikirin orang yang ga mikirin kita tuh rasanyaaa.. *sakitnya tuh disini* oke, lebay kambuh-_-

ini jujur nih dari hati yang terdalamm.
aku sering bertanya pada diri sendiri, terutamanya sejak mid pertama kemarin. apakah benar, bapak-bapak dosen tercintah memikirkan nasib mahasiswanyaaa? apakah mereka memikirkan perasaan para mahasiswa yang kesulitan menjawab soal? apakah mereka dengan sengaja membuat soal yang sesungguhnya melenceng dari apa yang telah mereka beri?
bukannya mau su'udzon. hanya saja bagi mahasiswa seperti daku yang seorang kawan bilang pandai mengarang, mid kemarin justru dijadikan sebagai ajang mengarang bebas. satu dua soal yang masih mampu dinalar tanpa analisis yang rumit, masih bisa lah dijawab dengan sedikit nalar pula. namun berapalah skor satu dua soal tersebut? terlalu kecil jika dibanding dengan banyaknya soal yang emmm sedikit gila! atau memang gila--"
dan lagi. bagi daku yang termasuk 'nyasar' berada di kampus dan jurusan, ini bukanlah hal yang mudah. disamping harus berusaha untuk mencintai 'mereka'. aku harus pula beradaptasi dengan lingkungan yang ternyata 180 derajat berbeda dengan lingkungan saat sekolah dulu. tapi setidaknya bukan hanya 'duka lara' yang kudapat. namun juga sedikit bahagia yang terselip dalam hari-hari yang sulit ini.

yang jelas, pada akhirnya aku harus bisa menyemangati diri sendiri. tetap semangat dan tidak boleh menyerah!!

target utama: mencintai psikologi tanpa menjadi gila terlebih dahulu {}

No comments: