Saturday, January 30, 2016

Pahamilah Tuan

Kau.
Masih sosok asing yang melekatkan malamku,
siangku,
Kau memberi warna lain pada cerita ku.
Sayang, tak aku mengerti artinya
Pada siang, kau hidup dalam ambang

Seperti ini, aku bermimpi tentangmu. Lagi. Seolah itu putaran dari mimpi sebelumnya. Entah berapa kali melihatmu pada setiap tidurku. Ini langka, tuan. Bahkan terasa nyata. Meski dengan tanpa kata.
Tuan,

Kita berjarak. Berada dalam ruangan yang sama, tapi tak bersapa.
Itu yang aku rasa. Tuan. Aku merasa itu adalah kamu. Tapi kemudian aku sadar itu bukan kamu.
Itu beda. Dan aku hanya kecewa. Terlalu mengharapmu di dekatku.
Ini,
Seperti dejavu dalam mimpi sendiri tuan.

Sekian.

Sunday, January 24, 2016

Karena setiap yang pergi pasti akan merindukan yang mereka sebut Rumah.

Ingin ku pulang. Ke negeri asal. Entah bukan atau antah berantah.
Mungkin sudah saatnya untuk kembali
ke rumah.
Melepas rasa
yang mereka sebut..

Rindu.

Yogyakarta, 18-01-16

Friday, January 22, 2016

Kita pernah berjumpa lalu menghilang.
Pernah bertatap lalu menjadi acuh
Pernah saling peduli. Tapi kemudian tak saling mengenal
Kita menjauh tanpa maaf
Saling memberi luka dan penyesalan.

Hei kamu! Sekarang aku mengingatmu dan kau benar
Bahwa karma nyata adanya.

Friday, January 15, 2016

Pada Tuan kakak

Tuan, ijinkan aku berceloteh.
Tentang hal aneh yang terjadi.
Tentang seorang kakak yang baru kujumpa
Seperti potongan film. Romantis yang nyata
Dia memberi kehangatan tuan. Saat aku marah karna kebodohanku. Saat usaha bodohku sia-sia. Saat tetiba khawatir yang datang begitu menakutkan.
Aku tak ingat apa katanya. Tapi jantungku bekerja lebih keras. Seperti terkejar deadline. Tapi hatiku meleleh dengan cepat. Layaknya coklat panas.
apa artinya tuan?