Monday, November 2, 2015

Menyambut Asa

Terlalu lelah mengenang asa. Yang tersembunyi dalam raga.
terlalu letih menatap senja. Terlalu indah untuk ku raih.
Jauh mu seperti itu.
Tak mampu lagi ku kata. Tak lagi kita bersama.

Apa daya.

kala pagi menyapa.
Bayangmu
tak lagi sama.

Wednesday, September 23, 2015

Hatiku masih selemah imanku


Jangan beri harapan yang tak dia sadari
Jangan beri kasih yang dia sebar ke banyak wanita
Jangan biarkan daku terpedaya olehnya.
Tuhan. Iman ku masih lemah. Tuhan, hatiku tak sekuat baja.
Tuhan, tolong jaga perasaanku dari cinta yang salah.
Jangan biarkan dia tahu isi hatiku
Cukup aku dan Engkau.
Karena imanku masih selemah hatiku.

Tuesday, September 22, 2015

Aku tak pernah berjalan mundur. Aku selalu berhenti di tempat.
Ketika kau maju. Aku masih di tempat.
Ketika kau mendekat. Aku tetap di tempat.
Mataku pun hanya memandang. Tak mampu bergerak.
Aku takut.
Ketika aku melangkah maju. Kau melangkah mundur.
Berjalan ke belakang. Berlari berbalik arah.

Maka biarkan aku di tempat. Menunggumu mendekat, untuk Menggenggam rapat.

Sunday, August 30, 2015

Antara cerita dan sajak

Aku berkata rindu lalu kau nenolak
Aku berkata cinta dan kau menghindar
Tapi,
kau beri harapan
Kau hadir untuk ku
Ah, mungkin aku yang salah
Menganggap mu bagian diriku

Tapi..

Tolong.
Aku tersesat,
dalam rinduku.
Terlena.
dengan kasihmu

Apa daya?
Pesonamu tak mampu kutolak

Apa salah relakan hati ini?
Seperti kutunggu kereta pada dermaga. Seperti menunggu buih menjadi es.
Saat ku tak lagi mampu bersajak
maka biar mata ini bercerita padamu. Esok
Kala kita berjumpa.

Pada Gelap kamar.
02:06 AM, 30-08-15

Wednesday, July 15, 2015

Karena kita, telah Selesai !


Hei!
Bukankah drama kita telah usai
sandiwara yang kau mainkan sukses besar
Untuk apa kau kembali? Memperlihatkan tipu daya padaku lagi?
Itu konyol

Aku tak mengerti apa yang kau pikirkan
Tapi kau salah menilaiku.

Hei!
Aku tak serendah yang kau kira.
Kesetiaan kau anggap angin. Lalu,
kau kira aku akan percaya padamu (lagi)?
Itu konyol.

Hei!
Selama ini aku salah bersandar
Kau anggap kokohmu melindungiku dari badai?
Rupanya alam telah berubah
Menjadi lebih sekedar pekat. Menghantam panggung kita
Dan kau,
Tak setangguh yang ku kira.

Ah, bukan salah badai.
Bukan pula salah dirimu.
Hanya saja,
Aku yang terlalu percaya padamu.

Hei!
Bukankah drama kita telah usai
sandiwara yang kau mainkan sukses besar
Untuk apa kau kembali?
Pergilah!

Pergi!

Aku tak lagi ingin melihatmu
Bahkan mendengar kabar yang kau titipkan pada burung dan angin sekalipun.

Mengingat sadiwaramu itu sedih. Tapi aku tak menyesali semua itu. Hanya saja aku tak sanggup untuk kembali seperti dulu. Kepercayaan dan keyakinan ku telah usang sejak kau khianati janji tulusmu. Karena setiap luka tak akan pernah sembuh sempurna maka biarkan bekas ini menjadi bukti bahwa kita pernah sedekat nadi.

Teruntuk masa lalu yang (masih) ku (coba) ikhlaskan.

Saturday, June 13, 2015

Risalah Cinta


Ku buka kenangan yang selalu membelai malam
melayangkan angan pada cerita lama kita
membiarkan dirimu hanyut dalam benakku. Lalu...
Semua menjadi buram.
Hadirmu tak lagi sama
ku sadar film telah usai. Tanpa ending. Atau..
Inikah ending kita?
Tanpa perpisahan. Hanya darai rindu yang
coba kulepaskan.
Menghapus rasa yang
tersimpan bertahun lamanya.

Selesai sudah..
Risalah cinta.

Friday, May 1, 2015

Rindu

Sudut
Sepi
Senyap
Mata yang mengabur mengawang entah kemana.
Bising yang melanda lalu begitu saja
bahkan sang dewa. Terabai.
Lelah yang selama ini terlelap kembali membuai. Mengantarkannya pada titik...
Kerinduan.

Tuesday, March 10, 2015

Surat Kehidupan

setiap tempat punya cerita
semua drama adalah titisan takdir

yang Tuhan tuliskan
yang, tak dapat aku baca
tak dapat aku bayangkan

takdir itu INDAH
bila pada waktunya.

Sunday, February 1, 2015

Hei Mahasiswa!

Kalian Mahasiswa
bukan anak TK yang bisa merengek minta permen
bukan pula murid SD yang suka semaunya sendiri
Kalian Ma-ha-siswa
bukan siswa SMA yang melulu bicara soal cinta.
      Hei Mahasiswa!
      kuliah bukan tempat mejeng.
      gausah belagu. padahal sangu, pemberian ortu.
      Kalian mahasiswa
      generasi penerus bangsa
      pengukuh tiang negara
      dan, kau tak mempersiapkan apapun?
Sadari lah Mahasiswa
      your life has only just begun. Maka
      Berjuanglah...
     melawan hidup yang semakin kejam
Karena, Kalian Mahasiswa!



Puisi Penyemangat diri sendiri. Terutama kalau udah mulai menyeleweng dari tugas sebagai mahasiwa. Kalau lagi penat dengan segala tetekbengek menjadi mahasiswa.
Pengorbanan berat orangtua juga menjadi penyemangat tersendiri. Ketika sikap sedang sangat kekanak-kanakan, My mom said: "Kamu sudah menjadi mahasiswa, harus bisa mengatur diri sendiri. Bersikap dewasa lah, jangan seperti anak kecil begitu. Cukup lah menjadi anak mami waktu TK dan SD dan SMP dan SMA."
Di lain kesempatan, saat jenuh dengan rutinitas kuliah dan terlalu malas kuliah, she would said: "Sekarang udah bukan saatnya untuk berleha-leha. Kami cuma bantu biaya. Kalau kamu gak niat kuliah mending berhenti aja. Dari pada buang uang." Dan... Ayah pun ikut menimpali: "Kalau gak mau kuliah, ya nikah aja."
So kamvreet kan?
Maka dari itu, dari pada disuruh menikah di umur yang masih sangat belia ini, mending juga belajar yang bener, serius, lulus Cum Laude, kalau bisa sih Summa Cum Laude :3 Dapet kerja. Baru deh nikah. Nikahnya sama Mizushima Hiro (^3^) ah tapi dia terlalu tua. fix, sama Haruma Miura aja deh :3
Sepertinya khayalan saya terlalu tinggi. hm

Intinya : FOKUS dan PRIORITASKAN KULIAH !!!

Saturday, January 31, 2015

Kenyataan itu Pahit


menyapamu dalam diam. dan itu menyakitkan.

tapi cukup bagiku melihat senyum. manis.

tawa renyahmu menghinoptisku. indah. sangat indah

terlalu indah untuk dilupakan.

sungguh tak mampu jika kau harus pergi dariku.

tapi cukup bagiku melihat senyum. manis mu

dan bertahap kurelakan kau pergi. ku menjauh.

inilah yang nyata. kenyataan yang sesungguhnya.

Sunday, January 18, 2015

Antara Dongeng dan Realita

        Dunia dongeng dan realitas tak pernah bisa bersanding dalam pelaminan. Mereka punya jalan hidup terpisah, seperti langit dan bumi. Seperti aku dan kamu.
        kehadiranmu membuat aku lupa, "kita" hanyalah dongeng semata.
        Bersamamu semua seakan nyata.
        dan mimpi-mimpimu membawaku terbang melayang
        tapi realita harus kupijak untuk bertahan
        meluluhlantakkan angan yang tertahan.
     
        Dengan sebuah kejutan bahwa drama kita telah usai.
Dan dongeng telah selesai.