kini ia hanya mampu memandang nan jauh.
tak sanggup menatap mata indahnya.
luka yang membekas dalam batinnya,
menghancurkan pintu harapan
membuatnya menistakan apa yang tlah terucap.
lalu..??
mampu ia menutup tirai hati yang tersobek? mengembalikannya seperti
sedia kala.
NB: dibuat setelah 'sesuatu' terjadi di kelas. saat semua sedang konsentrasi kuliah lahirlah puisi duka ini :')
No comments:
Post a Comment