Thursday, March 20, 2014

RINDU!

kala rindu kian menggebu. saat itulah aku berada dalam titik terbawah. menangis untuk sosok yang tak pernah mengerti rasaku. meninggalkanku sepi dalam pengapnya kamar. terisak dalam pelukan guling dibalik selimut usang. meresapi setiap rindu yang semakin membara. jika boleh meminjam istilah seorang kawan, inilah "Rindu Kesumat" ku.

entah berapa lama waktu untuk ku sadari hadirnya rasa ini. dengan sebuah cara yang salah untuk mengungkapkan rasa padanya. sebuah rasa sayang atas nama persahabatan.
salahku, mengabaikannya dengan dalih sahabat lebih baik. kini rasa itu justru mengakar dalam jiwa dan pikiranku.
galau menjadi makanan sehari-hariku. kala mengingatnya, airmata tak pernah melepasku pergi. selalu hadir seiring dengan kenangan yang terputar rapi.
memandang wajahnya, seolah mencabut pikiranku, menerbangkan jauh pada sosok yang tak akan mungkin berada di sisiku kembali. Ya, aku pesimis, karena aku mengerti dan sadar diri bahwa aku kini bukanlah seseorang yang berarti dalam hidupnya

meskipun begitu, aku masih setia menggaungkan namanya dalam batin yang sepi. merekam suaranya dalam memori yang kemudian tersimpan dalam hati.

Thursday, March 6, 2014

Dalam Luka

bukan padang yang ku pandang
tapi kau yang ku rindu
ku tatap sepi bersama sunyi
membiarkan desiran angin membawa kabut tetes telaga

melayang jauh dari masa
ketika kau masih bersama
rindu, sanggupkah aku genggam tanpa pilu? tanpa derai yang tak henti mengalir

taukah kau? diriku masih selalu tersenyum meski jiwa terlalu rapuh
topeng tebal masih selalu menemani ku
meringkuk dalam dekap tebar bintang