segalanya telah usai sejak kala itu.
tak akan ada lagi senyum manis menghias wajahnya. bagi nya, kejadian itu terlalu memalukan. harga dirinya telah jatuh sejak pertanyaan sinis terlontar dari mulut sang pengajar. seakan tak puas membuat nya memerah malu, sang pengajar pun lebih menjatuhkan dirinya dengan kata-kata yang menyakitkan dihadapan kelas. tak ada kawan yang membantu dirinya. malah ia melihat senyum bahagia terpancar dari beberapa kawan, mungkin termasuk 'dia'.
menyakitkan memang, namun ia bisa apa? ia hanya mampu memendamnya seorang diri. karena ia bukan lah seorang pencerita yang mampu menuangkan curahan hatinya pada seseorang.
aku tak tau bagaimana cara nya mengatasi segala masalah tanpa membaginya dengan kawan seorangpun. yang aku tau, aku kagum pada sosoknya. ia bisa bangkit setelah kejadian "tak tau diri". ia bahkan masih menghormati sang pengajar tersebut. hanya saja, aku tak lagi melihat senyum manis darinya. dirinya telah bermemorfosis menjadi sosok yang dingin.
Entah cerita entah puisi yg jelas ini curhatan
No comments:
Post a Comment