Saturday, October 25, 2014

akhirnyaaa, derita ituu saya bongkar jugaa!

ketika seorang mahasiswi merasa setres, maka inilah yang terjadi. sebuah susunan kata absurd yang ternyata menjadi sebuah curhatan!

karena kehidupan jaman SMA dengan kehidupan anak kuliahan itu berbeda jauhh, maka dibutuhkan adaptasi yang bisa dibilang cukup lumayan lama dan sulit. kehidupan perkuliahan yang sangat rentan terhadap segala hal yang bersifat negatif, membuat mahasiswa harus pandai memilah dan memilih dengan cermat. supaya mempunyai bekal yang cukup untuk menempati 'kehidupan yang sebenarnya'.
seorang dosen mengatakan: "masa kuliah ini kalian (mahasiswa) harus sudah membuat prioritas dari hari ini hingga setelah cita-cita tercapai.", namun sayangnya, satu hal yang dari dulu (setelah mimpi yang sudah terancang rapi ternyata berantakan!) sampai detik ini tak bisa aku temukan adalahh 'apa cita-citaku?'. sering aku berfikir untuk alih jurusan dan mengejar mimpiku sendiri. karena aku merasa belum ikhlas untuk melupakan impian tersebut.
masih terekam, ketika orang-orang melarang ku memasuki dunia pilihanku, aku mampu untuk tidak menghiraukan mereka, tapi aku tak bisa berkutik ketika orangtua dan bahkan keluarga yang lain pun satu paham untuk melarangku memasuki dunia impianku.
sehingga, setelah itu pun aku terombang-ambing tanpa mimpi yang jelas. hanya impian jangka pendek yang membuatku terus bertahan.

tapi tak selamanya kita hidup dalam impian jangka pendek kan? karena hidup itu tidak boleh hanya berpasrah seperti air yang mengalir. apalagi dalam fase memasuki masa dewasa, impian masa depanlah yang lebih utama, dengan impian tersebutlah kita mengukur 'modal' untuk bertahan hidup dalam 'kehidupan yang sebenarnya'

jadi, mengapa dalam kamus ku, menjalani hidup tanpa ada impian hanya membuat derita. atau mungkin aku 'merasa' menderita karena menjalani 'pilihan' hidup ini tanpa ke-ikhlasan? yang jelas aku hanya berharap jalan ku tak lagi tertutup rapat. dan aku mampu untuk membuat bangga keluargaku. setidaknya mereka tersenyum bahagia karena aku.


2 comments:

Anonymous said...

hmm.. cukup sulit :D tapi, kamu harus memilih "pilihan" yang terbaik untuk dunia kamu dan keluargamu. Jangan terlena dunia ini, kamu harus bisa menyeimbangkan pilihan cita-cita dan pendidikan kamu untuk akhirat kelak ^^

Unknown said...

okee, iyaa makasih atas masukkannya :) makasih jugaaa udahh berkunjuung :)